Jalan Nasional di Sanggau Rusak Dini, Proyek APBN 2025 Disorot Publik

img_1767615538571_1

SANGGAU , Kalimantan Barat — Kualitas pembangunan infrastruktur jalan nasional di Provinsi Kalimantan Barat kembali menuai sorotan tajam.

Tiga ruas jalan strategis, yakni Sidas–Tanjung, Sosok–Tayan, serta sejumlah ruas di dalam Kota Sanggau, menjadi sasaran kritik masyarakat akibat kondisi jalan yang dinilai memprihatinkan.

Padahal, proyek tersebut merupakan pekerjaan bernilai ratusan miliar rupiah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025.

Namun, hasil pembangunan diduga tidak memenuhi standar teknis maupun spesifikasi nasional yang ditetapkan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, permukaan jalan terlihat cepat mengalami kerusakan.

Aspal bergelombang, berlubang, serta tidak rata, meskipun usia pekerjaan terbilang masih sangat baru. Kondisi ini memicu kekecewaan pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Persoalan ini mulai mencuat sejak akhir 2025 hingga awal 2026, ketika masyarakat Kabupaten Sanggau dan sekitarnya merasakan langsung dampak buruk dari kualitas jalan nasional tersebut.

Kerusakan dini menimbulkan pertanyaan besar terkait pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek.

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat berinisial Tery.

Namun hingga berita ini dipublikasikan, belum ada penjelasan resmi yang diberikan. Pesan singkat dari wartawan hanya dibaca tanpa tanggapan, sehingga memunculkan tanda tanya soal transparansi dan akuntabilitas proyek.

Dari keterangan warga, muncul dugaan bahwa proses pengerjaan jalan menggunakan material yang tidak sesuai ketentuan. Seorang warga Sanggau menyebutkan bahwa aspal curah diduga didatangkan dari Kabupaten Melawi.

Dugaan tersebut memperkuat asumsi bahwa kualitas bahan menjadi salah satu faktor utama penyebab kerusakan dini.

Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan, mengingat jalan nasional merupakan jalur vital penopang aktivitas ekonomi, distribusi logistik, dan mobilitas masyarakat. Selain memperlambat arus transportasi, kerusakan jalan juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna.

Sebagai proyek berskala nasional, pembangunan jalan semestinya diawasi secara ketat dan menjamin mutu hasil pekerjaan. Namun realita di lapangan justru menunjukkan sebaliknya, sehingga menimbulkan desakan publik agar dilakukan evaluasi menyeluruh serta audit terhadap proyek tersebut.

You cannot copy content of this page